Wednesday, May 1, 2013

Apa itu Ubiquitous Computing?


Ubiquitous Computing disebut sebagai gelombang ketiga dalam komputasi. Yang pertama adalah konsep mainframe, dimana sebuah mesin dipakai oleh banyak orang bersamaan (one computer, many people). Sekarang kita berada pada era personal computer (komputer pribadi) yaitu seseorang menggunakan masing-masing mesin yang dimilikinya (one person, one computer). Karena komputer menjadi semakin murah dan menjadi sangat lazim, selanjutnya akan datang masa Ubiquitous Computing dan menjadi era “one person, many computers”.


Mark Weiser menjelaskan Ubiquitous Computing merupakan sebuah model/konsep interaksi manusia-komputer yang paling canggih dan modern, dimana proses informasi keduanya diintegrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, seseorang yang “menggunakan” Ubiquitous Computing melibatkan banyak sistem komputasi berikut device (peralatan/mesin)-nya, namun secara tidak sadar dia menggunakan peralatan tersebut dikarenakan sudah sangat membaur dengan lingkungannya. Model seperti ini adalah pengembangan dari paradigma desktop computing.
 
Inti dari model Ubiquitous Computing (yang juga sering disebut Pervasive Computing) melakukan pembagian resource (sumber daya) yang ringan, tidak mahal, dalam jaringan pemrosesan handal secara bersama-sama dan terdistribusi ke dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, sebuah lingkungan Ubiquitous Computing yang menghubungkan kontrol penerangan (lampu) dan pemanas ruangan dengan alat yang dipasang pada pakaian kita sehingga kondisi penerangan dan suhu ruangan dapat dimodulasi secara terus-menerus dan tak kentara. Sistem tersebut seharusnya “hilang” dari pandangan dan diluar alam sadar kita. Salah satu sistem Ubiquitous pertama adalah “Live Wire” milik Natalie Jeremijenko. Merupakan sebuah tali yag dipasangkan ke sebuah stepper motor dan dikendalikan melalui koneksi LAN yang menyebabkan tali tersentak/menegang sesuai kondisi dan traffic jaringan.

Ubiquitous Computing memberikan tantangan kepada cabang ilmu komputer : dalam pendesainan dan pemodelan sistem, dan dalam hal user interface. Model interaksi manusia-komputer yang sudah jadul seperti command-line (text-based), menu-driven, atau yang berbasis GUI tidak cocok dan tidak mencukupi untuk masalah Ubiquitous Computing. Interaksi “alami” yang dibutuhkan harus segera dimunculkan, meskipun banyak model yang sudah mendekati interaksi seperti itu seperti contohnya telepon selular, digital audio player, GPS, dan interactive whiteboard.
Mark Weiser mengenalkan tiga bentuk dasar dari mesin Ubiquitous yaitu : tab, pad, dan board.

Friday, April 26, 2013

Perkembangan PAUD Masa Kini




Apa itu pendidikan anak usia dini?
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usia Lahir sampai 6 tahun. Menurut  (UU No 20 th 2003, ps. 1, butir 14), pendidikan anak usia dini (paud) adalah “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. 

Untuk apa pendidikan tersebut?
Tujuan Umum PAUD itu sendiri adalah membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral & agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis & kompetitif.

Kemudian, mengapa perlu diselenggarakannya pendidikan anak usia dini?
* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
* Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Lalu, bagaimana Prinsip dalam Pendidikan Anak Usia Dini?

Untuk memenuhi aspek-aspek dalam perkembangan anak baik aspek fisik, kognitif, sosial emosional dan bahasa serta aspek lainnya seperti agama dan moral, kemandirian dan seni), maka perlu dilakukan berbagai prinsip yang meliputi:

1. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
2. Belajar melalui bermain
3. Pendekatan  Berpusat pada Anak
4. Pendekatan Kontruktivisme
5. Pendekatan Kreatif dan inovatif
6.  Lingkungan yang kondusif
7. Menggunakan pembelajaran terpadu
8. Pengembangan Tematik
9. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar
10. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup

Dan bagaimana perkembangan PAUD pada masa kini?

Pada kenyataannya, pendidikan anak usia dini yang ada di Indonesia selama ini lebih banyak dilaksanakan oleh masyarakat. Banyaknya Taman Kanak-Kanak dan Kelompok Bermain yang diselenggarakan oleh masyarakat menunjukkan besarnya minat masyarakat pada pendidikan anak usia dini ini. Pemerintah tidak akan mengambil alih peran masyarakat yang sudah ada. Sebaliknya, pemerintah akan memfasilitasi, mendorong, dan melengkapi berbagai kegiatan yang sudah ada, agar jangkauan layanan dan mutu pendidikan yang mereka selenggarakan terus meningkat. Upaya yang perlu, telah dan tengah dilakukan adalah antara lain mengintegrasikan penanganan pendidikan anak usia dini dengan program-program layanan anak usia dini yang telah ada di lapangan.

Di indonesia, Orang tua akan merasa bangga jika anak-anaknya yang masih berada di Kelompok Bermain atau TK sudah mampu membaca dan menulis. Tidak jarang kemampuan membaca dan menulis yang dimiliki oleh anak TK atau bahkan anak-anak dalam Kelompok Bermain dijadikan ukuran kualitas sebuah Kelompok Bermain atau TK. Dan pada akhirnya ukuran kepandaian menulis dan membaca ini akan mempengaruhi popularitas Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak.

Disamping itu, bagaimanapun masih ada juga orang tua yang masih memandang sebelah mata terhadap pendidikan anak usia dini. Mereka belum mengerti sepenuhnya betapa pentingnya pendidikan di usia dini. Padahal seperti yang kita ketahui, bahwa pendidikan di usia dini itu sangatlah penting, karena di usia tersebutlah masa-masa emas anak dimulai.

Selan itu, pendidikan anak usia dini pada masa kini sudah banyak yang memfokuskan pada tugas-tugas yang berat dan cenderung menekankan keberhasilan akademik, seperti bertambahnya tugas dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sang anak. Sedangkan, seperti prinsip PAUD yang sudah dikemukakan diatas, seharusnya pendidikan anak usia dini berorientasi kepada kebutuhan anak terutama belajar melalui bermain.

Terlepas dari itu semua, tentu masih banyak pendidikan yang dibangun dengan baik sesuai hakikat dan tujuan dasar yang sebenarnya. Sehingga dengan itu, Indonesia dapat membenahi sistem yang kurang baik dan meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini dengan sebaik-baiknya sehingga akan tumbuh karakter generasi penerus bangsa yang sesungguhnya.

                  

Sunday, March 24, 2013

Komitmen Diri Pada Fakultas Psikologi USU






Saya Nadela Trully Marbun (121301033) sebagai mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara akan mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah saya perbuat karena tidak berperan serta dalam mengikuti gerak jalan santai pada saat perayaan Dies Natalis Universitas Sumatera Utara. Saya mengakui bahwa saya telah lalai menjalankan tugas dan kewajiban saya dalam kegiatan ini dan saya juga menyepelekan hal-hal seperti kegiatan non akademik ini. Kini, saya akan membuat komitmen diri untuk Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.
Saya menyadari bahwa sesungguhnya segala hal atau kegiatan yang diadakan oleh fakultas merupakan baik adanya. Adapun kegiatan ini pastilah bertujuan untuk meningkatkan partisipasi kami sebagai mahasiswa yang cinta dan lebih mampu berperan untuk Fakultas Psikologi USU. Oleh karena itu, kemudian saya pun telah menyadari segala kesalahan saya dan tidak berpikir dua kali untuk mengikuti kegiatan yang tak kalah penting lainnya yaitu pelatihan kepemimpinan yang sudah berlangsung pada beberapa waktu yang lalu. Begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang begitu berharga yang bisa saya petik untuk memperbaiki segala kekurangan yang menjadi hambatan untuk bersikap yang lebih baik lagi. Satu hal yang teramat penting dan bisa saya petik adalah bagaimana kita dapat menjadi seorang pemimpin yang semuanya dimulai dari memimpin diri sendiri dan mampu mempertanggungjawabkan atas apa yang telah kita lakukan. Melalui pembelajaran ini jugalah , saya semakin mengerti bahwa betapa berartinya sebuah kesempatan yang seharusnya tidak saya sia-siakan begitu saja dan seolah lepas tanggung jawab atas apa yang seharusnya menjadi kewajiban saya. Maka dengan itu, saya sangat ikhlas untuk ditegur dan melakukan komitmen ini agar di kemudian hari saya mampu menjadi mahasiswa yang lebih baik dan semakin baik lagi.
Komitmen itu sendiri merupakan suatu sikap kebulatan tekad yang dimiliki oleh seseorang di dalam mencapai sebuah tujuan. Maka izinkanlah saya untuk memulai komitmen saya yang pertama yaitu untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, dimana saya akan mengikuti kegiatan-kegiatan Fakultas Psikologi berikutnya. Kemudian, saya juga berkomitmen untuk tidak menyepelekan segala hal dan kegiatan yang berhubungan dengan perkuliahan ini.  Yang selanjutnya adalah untuk dapat mengikuti segala kegiatan fakultas bukan hanya karena tuntutan semata, tapi mencoba untuk mengikutinya berdasarkan keinginan hati yang penuh dengan semangat dan sukacita sehingga saya beroleh manfaat yang sebenar-benarnya dari apa yang saya ikuti. Dan yang terakhir, saya akan sebisanya menggali potensi yang ada di dalam diri saya supaya dengan demikian saya bisa lebih aktif dan partisipatif dalam mengikuti kegiatan yang diadakan di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.
Selain komitmen mengenai kegiatan perkuliahan yang telah lalai saya lakukan, komitmen di atas juga akan saya berlakukan ke dalam setiap pembelajaran hidup saya di luar perkuliahan karena kejadian ini benar-benar membuat saya sadar betapa pentingnya arti sebuah pertangungjawaban. Dimana saya belajar untuk bagaimana mampu mengakui segala kesalahan yang saya perbuat dan tidak lepas tangan begitu saja dalam setiap permasalahan yang saya hadapi. Saya juga belajar untuk menghargai setiap kesempatan yang datang dalam kehidupan saya dan tidak menyepelekannya begitu saja.
Melalui kejadian ini, saya beroleh manfaat yang luar biasa, saya beroleh pembelajaran yang sangat baik untuk membentuk diri saya sebagai mahasiswa yang berkarakter. Di atas segala permohonan ini, sebesar-besarnya saya meminta maaf kepada Ibu Dina selaku Pembantu Dekan III yang telah saya kecewakan atas perbuatan saya. Sekiranya Ibu mampu memaafkannya dan mendoakan saya sehingga di kemudian hari saya dapat bertumbuh menjadi mahasiswi yang lebih baik lagi.

Wednesday, February 27, 2013

bagaimana agar memiliki cara belajar yang efektif?



Bagaimana sih kita menemukan metode yang efektif dalam proses belajar, terkhusus para pelajar dan mahasiswa seringkali menemukan kendala dalam proses belajar efektif dan efisien. Semua pasti merasa yang namanya belajar itu identik dengan Beban! atau kewajiban! coba ubah pola pikir dulu, atau simplenya gini !kita belajar karena kita suka! atau kita belajar karena kita tau itu penting buat masa depan kita nanti! dimana seseorang yang berilmu itu akan mendapatkan penghargaan dan kehidupan yang layak! kalo pola pikir kita sudah berubah pasti Cara Belajar Efektif akan terlaksana dengan mudah.

Selanjutnya sedikit masukan berharga dalam mempersiapkan diri guna mendapatkan cara belajar efektif dan efisien :


1. Belajar Bersama Metode ini seringkali di katakan metode yang paling efektif karena dalam suasana belajar berkelompok yang cukup santai otak menjadi lebih rileks menerima ilmu - ilmu yang akan di serap. Selain itu hal - hal yang belum di ketahui akan lebih mudah di selesaikan dengan bekerja sama.

2. Buatlah Intisari Dari Setiap Pelajaran Buatlah rangkuman atau ringkasan dari setiap pelajaran yang anda dapatkan baik di sekolah maupun di tempat lain atau lewat belajar bersama diatas. hal ini akan lebih efisien mengingat intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang ini akan menjadi Kata-kata kunci yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

3. Disiplin Dalam Belajar Kedisiplinan memang perlu diterapkan dalam belajar, seperti disiplin waktu dan disiplin dalam berkonsentrasi pada pelajaran. Dengan adaya sifat disiplin dalam diri Anda, dapat dipastikan pelajaran yang Anda lakukan dapat efektif dan efisien.

4. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya.

5. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.